Selamat Datang Di Website Resmi, SUARA INDEPENDEN JURNALIS INDONESIA

Wali Kota Langsa Serahkan Seragam Sekolah Gratis bagi 276 Anak Yatim Piatu di Langsa Barat


SijiAcehKota Langsa (Aceh) – Pemerintah Kota (Pemko) Langsa kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan dan meringankan beban masyarakat melalui penyerahan seragam sekolah gratis bagi anak yatim piatu jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Langsa Barat, Sabtu (11/07/2026).


Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, S.E., didampingi Ketua DPRK Langsa, Melvita Sari, S.A.B. Turut hadir Kabag Prokopim Setda Kota Langsa, Kabid Humas Diskominfo Kota Langsa, unsur Forkopimcam, para Geuchik, Tuha Peut, serta Insan Pers.


Camat Langsa Barat, Andre Isvani, S.STP., M.SP., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Wali Kota Langsa beserta Ketua DPRK Langsa yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan bertatap muka langsung dengan masyarakat serta anak-anak yatim piatu di Kecamatan Langsa Barat.


Ia menjelaskan, program seragam sekolah gratis yang digagas Pemerintah Kota Langsa kini memasuki tahun kedua pelaksanaannya. Pada tahun 2026, bantuan tersebut diberikan kepada 276 siswa SD dan SMP yang tersebar di 13 Gampong dalam wilayah Kecamatan Langsa Barat.


Menurut Andre, program tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perhatian kepada anak-anak yatim piatu sekaligus membantu meringankan beban ekonomi keluarga menjelang tahun ajaran baru.


"Program ini menjadi bukti bahwa Pemerintah Kota Langsa selalu hadir untuk masyarakat, khususnya anak-anak yatim piatu. Kami berharap program yang sangat bermanfaat ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang karena manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya.


Pada kesempatan itu, Andre juga melaporkan bahwa dari 13 gampong di Kecamatan Langsa Barat, sebanyak 10 Gampong saat ini sedang melaksanakan tahapan Pemilihan Geuchik. Ia menyampaikan bahwa seluruh proses penyampaian visi dan misi calon geuchik hingga saat ini berlangsung aman, damai, dan tertib.

"Kami berharap suasana kondusif ini terus terjaga hingga seluruh tahapan pemilihan selesai sehingga dapat melahirkan pemimpin-pemimpin gampong yang mampu membawa kemajuan bagi masyarakat," katanya.


Sementara itu, Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra mengatakan, program seragam sekolah gratis merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kota Langsa dalam menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif dan meringankan beban masyarakat setiap memasuki tahun ajaran baru.


Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh Geuchik dan Penjabat Geuchik yang telah mengalokasikan anggaran melalui APBG untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.


"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh Geuchik dan Penjabat Geuchik yang telah mengalokasikan anggaran APBG untuk program ini. Pemerintah Kota memberikan arahan dan dukungan, sedangkan pelaksanaannya dilakukan oleh pemerintah gampong. Sinergi seperti inilah yang harus terus kita jaga," ujar Jeffry.

Menurutnya, program seragam sekolah gratis lahir dari keprihatinan terhadap tingginya biaya perlengkapan sekolah yang sering kali menjadi beban masyarakat. Bahkan, tidak sedikit orang tua yang mengeluh dan harus menunda kebutuhan lain demi memenuhi biaya pembelian seragam sekolah bagi anak-anak mereka.


"Jangan sampai ada anak yang kehilangan semangat belajar atau bahkan tidak dapat melanjutkan sekolah hanya karena terkendala biaya seragam. Pendidikan adalah hak dasar setiap anak dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya," tegasnya.


Jeffry berharap program tersebut tidak hanya menjadi kebijakan pada masa kepemimpinannya, tetapi dapat terus dilanjutkan oleh pemerintah-pemerintah berikutnya karena terbukti memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Kepada anak-anak penerima bantuan, ia berpesan agar terus semangat belajar, menghormati guru dan orang tua, serta memanfaatkan kesempatan menimba ilmu untuk meraih cita-cita setinggi mungkin.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim piatu.


"Semakin banyak pihak yang peduli, semakin besar pula harapan yang dapat kita bangun bagi masa depan anak-anak kita. Mari bersama-sama menjaga dan mendampingi mereka agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan mampu membawa kemajuan bagi Kota Langsa," pungkasnya.(*)

0 Komentar