SIJIACEH | Kota Langsa 10/6/2026 - Pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat Bungoeng Lam Jaroe (LSM BLJ) "Zulfadli.S.sos.I.MM" berharap Wali Kota Langsa dan seluruh jajaran pemerintahan untuk tidak "alergi" ketika menerima kritikan.
Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri dialog terbuka dengan beberapa wartawan di Gampong Gayo Kafe jalan Ayani Gampong Teungoh, Selasa 10 Juni 2026.
"Kritik itu vitamin, bukan racun. Pejabat yang alergi kritik sama seperti dokter yang alergi pasien," kata Bung Zul kepada awak media.
Ia menegaskan, setiap masukan dari masyarakat harus ditampung Tujuannya agar kebijakan tidak jalan di tempat dan sesuai kebutuhan riil warga.
Dirinya meminta Wali Kota Langsa tidak memblokir atau mem-bully warga yang menyampaikan kritik di media online. Sebagai gantinya, beri data dan penjelasan yang jelas.
Selaku Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pendiri LSM BLJ, dirinya mengaku pernah mengkeritik untuk memberi masukan tapi justru wali kota marah dan memutasi dirinya ke kecamatan Langsa timur sabagai tenaga staf disana.
"Saya keritik wali kota karena dia itu pejabat publik yang sudah semestinya terima keritikan. Kalau memang alergi jangan jadi wali kota, karena wali kota pun pelayan rakyat bukan pegawai negri saja". ujar zul lalu menambahkan.
Bung Zul juga menyatakan keherananya pada zaman sekarang ini, mentang-mentang sudah menjadi pejabat udah sok, gak bisa lagi di keritik, padahal semakin tinggi kita pegang jabatan, maka semangkin banyak dosa dan tanggung jawabnya.
Contoh baru-baru ini saya dapat temuan, masih banyak warga Kota Kangsa yang garis hidupnya di bawah angka kemiskinan, sementara Wali Kota diduga pura-pura gak tau malah bantuan yang dulunya dapat sekarang hilang entah kemana,
Banyak masyarakat Kota Langsa yang mengeluh kepada kami baik sewaktu saya bekerja di baitulmal sampai kami terima laporan langsung dari masyarakat ke LSM BLJ, "maaf saya menerima laporan masyarakat di luar jam dinas untuk LSM, ungkap pendiri LSM Bungoeng Lam Jaroe tersebut.
Jangan bangga jadi Wali Kota kalau masih di demo masyarakatnya. 'Saya melihat serta menganalisa itu baju ASN saja sampai 15 tahun gak pernah ada lagi pengadaan untuk ASN di Kota Langsa, jadi kalaulah kita kakulasi berapa jumlahnya yang harus dikeluarkan untuk pembelian baju ASN di Kota Langsa dan uang pembelian baju itu di kemanakan yang semestinya harus ada seperti mana kantor lain yang ada di indonesia ini. ujar zul dengan tegasnya.
Bung Zul juga meminta wali Kota Langsa merenungi apa fungsi sesungguhnya wali kota itu apa bisa sewenang-wenang buat kebijakan sendiri tanpa menghiraukan hak azasi manusia yang uda diatur oleh UUD 1945 pasal 28 keseluruhannya apakah sudah layak terpenuhi oleh tugas wali kota terhadap rakyat.
"Ingat pak semangkin kita tinggi menjabat semangkin banyak pertanggung jawaban saudara baik itu di dunia maupun di akhirat dan ingat pak dosa sesama manusia didalam agama islam susah untuk di ampuni sama tuhan. ujar bung zul sambil menutup perkataannya.
Menanggapi hal tersebut Wali Kota Langsa " "Jeffri Sentana S Putra" menyatakan bahwa dirinya tidak alergi.
"Diduga Alergi?"Saya Gak Punya Alergi. Udah saya check ke prodia.
Saudara Zul itu kan ASN ya, ASN itu Siap ditempatkan dimana saja. Jika masalah Rotasi dan Mutasi kan itukan sesuatu hal yang biasa sebagai bentuk penyegaran organisasi. tutur jeffri melalui pesan whatsAppnya.
"Dan Satu Hal Lagi. Kalau Mau Jadi ASN itu ada aturan nya, Bukan Sesuka Hati Beliau. Jika Gak Mau ikut aturan silahkan keluar atau mengundurkan diri jadi ASN. papar Wali Kota Langsa di akhir tanggapanya.
(Ali)



0 Komentar